Minggu, 17 Maret 2013

Catatan dari t®ek seri 1: Australia

Yak, terhitung saat ini dan mudah-mudahan berlanjut ajeg sepanjang musim balap Formula 1 (F1) 2013, akan disadur catatan yang kubuat pada setiap pekan balapnya. Untuk seri perdana, dari Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, kita mulai di sini (tidak ada urutan tertentu).

  1. Bila ingin 'masang' untuk posisi start terdepan, disarankan menunjuk antara Sebastian Vettel (SV) atau salah satu dari dua pembalap Mercedes (Merc): Lewis Hamilton (LH), atau Nico Rosberg (NR). Pembalap Ferrari (SF), Fernando Alonso (FA) dan Felipe Massa (FM) mungkin bisa bersaing, tapi dugaanku, tidak sekuat trio yang disebut terlebih dulu.
  2. Kebalikannya, bila hendak menebak untuk waktu putaran tercepat, jangan pernah lempar nama SV. Timnya, Red Bull Renault (RBR) biasanya cenderung mengatur mobil untuk, err.. gaya tekan ke bawah besar. Dengan begitu, mobil bisa tetap cepat di tikungan, tapi untuk jalan lurus panjang, tertahan (kata kunci untuk referensi aerodinamika: "drag", "downforce").
  3. Sergio Perez (SP) kelihatannya cepat, lebih cepat daripada rekan setimnya Jenson Button (JBu) tapi berhubung perubahan filosofi rancangan mobil tim McLaren (Mac) cukup jauh dari musim sebelumnya, termasuk faktor ditinggalkan LH, kecepatannya belum nampak.
  4. Pastor Maldonado (PM), masih 'acakadut' di awal (terbukti akhirnya terpeleset di Tikungan 1/T1 di putaran L26, menyebabkan bendera kuning turun).
  5. Mark Webber (MW) start-nya masih tetap 'karatan'. Di sini dia dilewati 3 - 4 pembalap di T1, padahal posisi awalnya P2.
  6. Tim Force India (FI) bisa jadi menyimpan kejutan. Di Melb, Adrian Sutil (AS) sempat memimpin lomba selama beberapa putaran, dua kali, sebelum berakhir di posisi 7 (6 poin). Kelihatannya kombinasi ini 'lembut' terhadap ban yang memang dirancang tidak awet. Ditambah lagi Paul di Resta (PR) tepat finis di belakangnya (4 poin).
  7. Tim-tim papan bawah belum terpetakan (lihat pembahasan di seri selanjutnya).
  8. Tim Lotus yang dimotori juara dunia 2007 Kimi Räikkönen (KR) sangat cepat. KR akhirnya juara di balap seri ini, rekannya Romain Grosjean (RG) di posisi P10 dan dapat satu poin terakhir.
  9. NR akhirnya gagal menyelesaikan lomba setelah memarkir mobil di pinggir lintasan pada L27 karena sebab "elektronika". Ada semacam keraguan muncul dengan daya tahan Merc.
  10. Nico Hulkenberg (NH) malah gagal memulai lomba karena masalah di sistem bahan bakar mobil Sauber-Ferrari (Sauber).
  11. Jean-Eric Vergne (JV) dari Scuderia Toro Rosso (STR) salah satu kandidat pembalap yang punya keunggulan di lintasan basah, dan selama lomba kering pun bisa mempertahankan posisi. Waktu tercepatnya dalam satu keliling hanya kalah dari KR. Rekannya Daniel Ricciardo (DR) gagal finis, sampai ini ditulis belum jelas sebabnya.
  12. KR sudah tidak hati-hati/ragu-ragu seperti musim pertamanya setelah kembali. Hal yang sebaliknya muncul di AS yang kembali membalap di F1 setelah semusim "rehat".

Hasil akhir:
KR - FA - SV - FM - LH - MW - AS - PR - JBu - RG - SP - JV - Esteban Gutierrez (EG*) - Valtteri Bottas (VB*) - Jules Bianchi (JBi*) - Charles Pic (CP) - Max Chilton (MC*) - Guido van de Garde (GG*) - DR - NR - PM - NH

*) Pertama kali ikut serta dalam seri balap F1

NB:
  • Ferrari belum terlihat memberikan perlakuan khusus bagi baik FA maupun FM, kemungkinan karena masih seri pertama.
  • Pilihan ban dari Pirelli lebih berani dari musim lalu. Musim ini kontrasnya besar (kompon medium - super soft)


F  I  N
written on 17. Mar 2013, 15.43 WIT (UTC +7)
...

Senin, 09 Juli 2012

Baik

Laki-laki itu baik PASTI ada maunya ::lesson learned::
- Fridha K, 2012 (http://twitter.com/fridha1102/status/220140447803248641)

Tulisan dari temanku dari masa SMA ini sedikit banyak menggangguku. Ada hal yang kurasa perlu kutuliskan tentang tulisan di atas. Bahwa pernyataan tersebut secara umum: seseorang baik bila ada maksud tertentu di baliknya. Maksud tertentu, tentu cenderung ke bermakna negatif. Bahwa seseorang berbuat baik hanya demi kepentingan diri orang tersebut.

Bisa jadi benar, memang. Bahkan, pasti benar secara harfiah. Karena seseorang berbuat didasari niat, dengan kata lain maksud atau mau. Ada yang maksudnya berjangka pendek, namun tidak jarang yang didasari keinginan "jangka (amat) panjang". Namun, pernyataan di awal tulisan ini sepertinya tidak membuka ruang untuk kemungkinan kedua. Dengan ditutupnya kemungkinan kedua, maka janganlah heran bila akan datang masa seseorang akan enggan menjadi baik sebab akan disangka memiliki maksud (jangka pendek).

Sungguh, iri aku dengan anak-anak yang bisa berbuat baik tanpa dicurigai memiliki maksud tersembunyi. Bahwa perbuatan baik mereka itu, karena mereka telah diajarkan untuk berbuat demikian.

Kira-kira demikianlah.

--
F  I  N
written on 09. Jul 2012, 00.30 WIB (UTC +7)
Will anyone ever believed if I say I do these good (and "good") deeds because it's the only thing I know I can do?

Senin, 18 Juni 2012

Tanpa judul

"Don't put off 'til tomorrow what you can do today"
atau terjemahan bebasnya,
"Jangan menunda apa yang bisa kamu kerjakan ini hari hingga esok hari"

Entahlah, tetapi rasanya tidak berlaku secara umum. Misalnya saja, bila kita pikirkan semua yang menjadi jatah esok pada hari ini, maka jadilah itu beban pikiran yang mestinya tidak perlu. Lagipula, sudah cukup banyak problema untuk hari ini yang tidak perlu kita tambahkan lagi dengan problema esok hari, bukan? Kembali lagi seperti dulu pernah kubilang, semua pada proporsinya.


--
F  I  N
written on 18. Juni 2012, 21.45 WIB (UTC +7)