Rabu, 19 Maret 2008

Manajemen File Motorola C650 di Linux Mint 3.1 Celena

Keterangan: Untuk melihat gambar ukuran normal (besar), klik pada gambar yang bersangkutan. Maaf karena sebelumnya tidak nampak jelas. Terima kasih. (15. April 2008)

Jadi, utangku setelah lama akan kubayar sekarang. Setelah beberapa lama menjadi TODO, sekarang saatnya aku mencoba menerangkan bagaimana menghubungkan ponsel (motorola) dengan linux, dengan menggunakan moto4lin (moto4lin.sourceforge.net/wiki/Main_Page)


Gambaran Umum
Ponselku sendiri, sudah jauh sekali dari aslinya. Aslinya, ponsel ini adalah Motorola C650, tetapi dulu sekali ketika aku masih gila mengutak-atik ponsel (dan masih belum sadar perlunya menyimpan data), ponsel ini telah menjadi korbannya. Dulunya untuk memotret, cukup menekan tombol 5 arah yang ada di tengah-tengahnya, tetapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Sudahlah, kali lain aku mungkin bisa membahas masalah "modding" C650 di sini.

Kemudian, kabel penghubung komputer dan ponsel. Ini penting, bisa diibaratkan tanpa kabel ini ponselku tidak bisa berkomunikasi dengan komputerku. Kabel yang kugunakan, temanku menyebutnya kabel "mini usb A to B", sedangkan aku sendiri menyebutnya kabel USB N-Gage, karena aslinya kabel ini milik adikku. Tetapi dalam praktiknya, aku lebih sering menjadi penggunanya. Bila tidak ada, dan kebetulan kamu punya kartu memori semisal kartu SD atau MMC, saranku belilah pembaca kartu USB (eksternal), yang satu ujungnya standar lubang USB, dan satunya lebih kecil. Kalau dibolehkan, uji cobakan saja kabel itu ke ponselmu. Ibarat kata, sekali merengkuh dayung lima belas pulau terlampaui. :p

Oke, kemudian untuk komputernya. Distribusi linux yang kugunakan adalah Linux Mint 3.1 Celena, kebanyakan masih dalam pengaturan aslinya. Sedangkan versi moto4lin yang kugunakan didapatkan dari repositori di kambing (kambing.ui.edu), versi 0.3 CVS. Mendapatkannya bisa dengan perintah sudo apt-get install moto4lin. Cara lain dengan membuka synaptic (Menu > Install Software) dan cari moto4lin, kemudian pilih "mark for installation", kemudian "apply".

Memulai
Pertama-tama, pastikan kamu tidak alergi dengan antarmuka "command line", sebab setelah instalasi moto4lin, tidak akan kamu temukan moto4lin di manapun di menu.

Kemudian, hubungkan komputer dengan ponsel (atau sebaliknya, pada dasarnya sama ^_^). Kemudian jalankan emulasi terminal di Celena (gnome-terminal), ketikkan dmesg | tail (tanda | terletak di atas simbol "backslash"). Cari baris yang mengandung kata-kata "USB ACM device". Perhatikan di mana ponselmu dikenali. Ponselku sendiri dikenali pada ttyACM0, yaitu di /dev/ttyACM0 (nol, bukan huruf "o". Jelasnya lihat gambar 1).

Perintah dmesg | tail
Gambar 1: Perintah Dmesg untuk melihat lokasi perangkat ponsel dikenali di komputer

Kemudian, masih di terminal, ketikkan gksudo moto4lin. Mengapa gksudo? Entahlah, saat aku mencoba sudo moto4lin, aplikasi ini tidak mengenali ponselku. Sedangkan bila tidak memiliki akses "root" atau "superuser", pengaturan yang dilakukan tidak disimpan. Jadi, sudahlah, biar saja aku yang menyesuaikan.

Bila sudah, maka jendela utama aplikasi akan muncul (lihat gambar 2). Perhatikan bagian bawah jendela tersebut, status (status:disconnected) menunjukkan apakah ponsel sudah siap dibaca oleh aplikasi, dalam hal ini masih belum. Lalu model menunjukkan model ponsel kita. Drive menunjukkan, um bagaimana menjelaskannya, drive seperti di MS Windows drive D:, H: dan semacamnya. FIles menunjukkan banyaknya berkas yang tersimpan di ponsel, sedangkan free space, cukup jelas.

Jendela utama moto4lin
Gambar 2: Jendela utama moto4lin

Agar moto4lin bisa digunakan untuk mengakses data di ponsel, maka kita perlu mengatur konfigurasi moto4lin. Klik preferences pada jendela utama moto4lin, maka jendela preferences seperti Gambar 3 dan 4 akan membuka.

Sebagai perangkat AT
Gambar 3: Dikenali sebagai perangkat AT

Sebagai perangkat P2K
Gambar 4: Dikenali sebagai perangkat P2K

Perhatikan, ACM Device diisi dengan di mana ponsel kita dikenali (lihat paragraf 6, sebelum Gambar 1). Isi dengan benar, kemudian klik update list. Maka AT dan P2K Vendor ID dan Product ID akan muncul pada tempatnya. Bila tidak muncul, maka silakan liat daftar Vendor ID dan Product ID ponselmu di situs resmi moto4lin, lalu isikan di tempat yang sesuai.

Moto4lin menggunakan mode komunikasi P2K dengan ponsel. Tolong jangan tanya artinya, sebab aku pun belum menemukan artinya. Pun dengan AT. Untuk mengubah mode koneksi (yang awalnya berada pada posisi AT), klik "Switch to P2K". Lalu tutup jendela Preferences.

Manajemen File
Selanjutnya, hubungkan ponsel dengan komputer melalui peranti lunak. Klik Connect/Disconnect sehingga tombol itu seperti ditandai. (Lihat Gambar 5). Menurutmu apa yang terjadi? Belum selesai, saudara-saudara. Lihat status di sebelah bawah? Sekarang status telah berubah menjadi connected, dalam mode P2K. Sehingga model ponsel, jumlah files, sisa memori ponsel, dan drive ponsel telah dikenali dengan baik. Tetapi bagaimana dengan transfer file yang dijanjikan?

Menghubungkan ponsel dan moto4lin
Gambar 5: Menghubungkan ponsel dan moto4lin

Coba klik update list, di antara tombol download dan remove. Tunggu sebentar, bisa dilakukan sambil melihat progress bar di sisi kanan bawah jendela yang bergerak jauh lebih cepat daripada menggunakan p2kmanager di OS yang masih kuutangi. Dan muncullah pohon direktori di sebelah kiri jendela aplikasi, juga files yang kamu simpan di memori ponsel (Gambar 6). HATI-HATI, semua file dalam ponsel, yang tidak nampak pada saat menggunakan ponsel pun akan nampak di sini, sehingga jangan sembarang menghapus atau mengubah files. Aku sendiri lebih senang langsung menuju picture, untuk memindah gambar-gambar jepretan sembunyi-sembunyiku ke komputer.

Moto4lin yang telah terhubung dengan ponselGambar 6: Moto4lin yang telah terhubung dengan ponsel

Fungsi Lain
Baiklah, selagi masih di sini, mungkin akan sedikit kusinggung tentang fungsi lain moto4lin ini. Yang pertama FIle Manager. Ini sangat berguna untuk memindahkan files dari komputer ke ponsel dan sebaliknya. Yang kedua adalah SEEM editor. Untuk mengubah serba-serbi ponsel kita? Di sini tempatnya. Gunakan dengan SANGAT HATI-HATI, dan ingat untuk selalu menyimpan data yang asli sebelum bermain-main dengan SEEM. Yang ketiga, KJava. Sepertinya gunanya untuk menyimpan aplikasi Java yang ada di ponsel, tetapi mungkin bisa untuk memasukkan aplikasi. Aku sendiri belum pernah mencobanya, dan masih menggunakan MIDWay di OS tetangga si Celena ini untuk memasukkan aplikasi.

KJava Manager
Gambar 7: Kjava Manager

SEEM Editor
Gambar 8: SEEM Editor

Mengakhiri Sesi
Baiklah, setelah selesai, putuskan hubungan ponsel dan komputer (klik disconnect seperti pada Gambar 9) sehingga status kembali menjadi disconnected. Jangan takut bila masih ada files yang muncul, sebab itu hanya 'sisa-sisa' saja. Lalu, tutup jendela moto4lin dengan tombol silang di pojok kanan atas, sampai kembali ke jendela emulasi terminal seperti Gambar 10.

Memutuskan hubungan ponsel dan moto4lin
Gambar 9: Memutuskan sambungan moto4lin dan ponsel

Tampilan terminal saat keluar dari moto4linGambar 10: Tampilan terminal selepas keluar dari moto4lin

Kemudian, cabutlah kabel dari komputer. Sejauh pengetahuanku tidak masalah langsung mencabut kabel dari ponsel, tetapi bila kamu takut, maka matikan saja komputernya terlebih dahulu.

Penutup
Ada beberapa hal penting yang aku lihat selama menggunakan moto4lin ini. Pertama, update files, transfer files, dan semacamnya jauh lebih cepat daripada p2kmanager di Win. Mungkin seperti yang pernah kudengar di sebuah milis bahwa HDD cache dipergunakan dengan optimal pada sistem operasi Linux.

Kedua, moto4lin masih dalam tahap pengembangan, jadi jangan harap semua fitur dapat digunakan dengan lancar. Semoga dengan berjalannya waktu bisa mematangkan aplikasi ini, karena menurutku aplikasi semacam ini bisa sangat membantu orang-orang yang ingin migrasi ke Linux dan/atau open source.

Yah, sejauh ini, baru itu yang bisa aku tulis tentang moto4lin, C650, dan Celena. Semoga ke depannya ada sesuatu lagi yang bisa aku dokumentasikan. Semoga membantu. ^_^

F I N
written on
early 19 Mär 2008

Pusing juga, sudah lama tidak mulai dari awal lagi jadi lupa-lupa-ingat, termasuk bagaimana menulis yang manis. Semoga masih benar deh, langkah-langkahnya. ^_^
Mana banyak istilah yang perlu dihurufmiringkan, tetapi karena terlalu malas jadi tak kulakukan... *sigh*

Rabu, 05 Maret 2008

Yahoo atau Google?

Sebagian besar kita tentu mengenal kedua situs pencari ini. Bahkan, bagi beberapa orang, dua situs ini telah menjadi sangat akrab. Keduanya bahkan seolah-olah menjadi kata kerja baru yang seringkali diucapkan.

"Butuh bantuan mengenai, um, apalah?"
"Di-google" atau "di-Yahoo saja." (meskipun pilihan kedua kedengaran memaksakan... :p)

Sekedar hal tidak penting, bila kita mengetikkan kata kunci "search engine" di masing-masing situs. Maka hasil berbeda akan kita dapatkan. Pada pencarian tanggal 5. März 2008, aku mendapati bahwa bila frasa itu diketikkan di yahoo, maka situs-situs yang didaftarkan adalah: (5 besar saja)

1 Yahoo! Search (search.yahoo.com)
2 Google (www.google.com)
3 Dogpile (www.dogpile.com)
4 AltaVista (www.altavista.com)
5 WebCrawler (www.webcrawler.com)

Hmm... Menempatkan diri sendiri di urutan teratas ya? Bisa dimengerti. ^_^

Lalu serupakah hasil di google? Ternyata tidak, dan inilah hasilnya:

1 AltaVista (www.altavista.com)
2 Dogpile Web Search Home Page (www.dogpile.com)
3 Web search engine - Wikipedia, the free encyclopedia (en.wikipedia.org/wiki/Search_engine)
4 Yahoo! Search - Web Search (search.yahoo.com)
5 Search Engine Guide Blog (www.searchengineguide.com)

Begini kesimpulan kasar dariku: yahoo sebisa mungkin mencari "search engine", sedangkan google sebisa mungkin mencari "search engine" dan tentang "search engine".

Yah, bagaimanapun semua punya kelebihan dan kekurangan. Sebelumnya pun aku selalu menggunakan google. Karena ada isu bahwa Microsoft (r) akan mengakuisisi yahoo, maka aku pun mengajukan aksi "selamatkan yahoo"...:p

Intinya sebenarnya aku menggunakan yahoo, agar lalu lintas pencariannya meningkat hingga harga jualnya akan ikut terangkat. Tetapi yang kutemukan malah kenyamanan dan ketepatan yang kadang (sering) mengungguli google. Jadilah sekarang ini aku merasa pas dengan yahoo. Soal akuisisi itu? Lupakan saja, sepertinya semua orang juga sudah melupakannya... he he he...

Jadi, mana yang kamu gunakan?

Sabtu, 01 Maret 2008

29. Februar 2008: Sekitar MUI dan sekitarku

Kemarin, Jum'at terakhir bulan Februari 2008 bisa disebut istimewa. Ya, tanggal kalender Juliannya hanya muncul sekali setiap empat tahun. Kali ini jatuh di hari Jum'at yang amat baik, penghulu hari dulu kudengar.

Seperti biasa, seperti Jum'at-Jum'at semester ini aku berangkat *menjelang* tengah hari, mengejar waktu shalat di Masjid UI (Ukhuwah Islamiyyah), UI Depok. Bedanya, karena STNK sepeda motor sedang diperpanjang, dan aku merasa kurang bugar akhir-akhir ini, jadilah aku memutuskan menggunakan kereta listrik menuju kampus tercinta. (Alasan lain yang bisa dikemukakan: Bensin sudah menipis, begitupun uang sakuku, he he.. ^_^)

Sebelum mandi, aku menyempatkan menonton acara televisi, judulnya "Sekitar Kita", tayang di GlobalTV pukul 10:00-10:30 WIB. Acaranya kali ini direkam dari suatu lokasi permainan perang (paintball). Yang jelas, tidak seperti kebanyakan acara sejenis yang berlatar luar ruang, acara ini memiliki kekhasan sendiri. Jalan ceritanya (kalau bisa dibilang begitu) unik, lucu, dan memancing tawa dan senyumku. Lumayan untuk mengembangkan senyum sebelum keluar rumah.

[Percepat 90 menit]

Uh, aku terlambat. Khatib sudah naik mimbar di saat aku mengambil wudhu'. Ah, ini ulah kereta listrik yang mengingatkan pada sebuah lagu yang liriknya sedikit kuingat; "biasanya, kereta terlambat 2 jam mungkin biasa". Untung kemarin itu tidak sampai 2 jam. Tetapi cukup mengganggu. Ditambah lagi bus kuning, ups, bus dalam kampus, yang kebetulan tidak lewat di waktu aku tiba di stasiun. Jadilah aku harus berjalan sampai MUI.

Yah, sudahlah lupakan soal kereta, bus, dan berjalan kaki, karena jalan kaki di kampus cukup aku suka sebenarnya. Kemudian aku duduk di Masjid UI yang lantainya sebagian besar dari pualam yang dingin, lebih nyaman daripada duduk di atas pualam yang dilapis karpet panas.

MUI
Lantai pualam yang dingin, tapi nyaman, he he...

Khatib kemudian memulai khutbah dengan cerita "19 tahun yang lalu". Ketika itu, dalam perjalanan menuju suatu tempat, beliau bersama rekan-rekannya melewati sebuah lampu lalu lintas yang sedang menyala kuning. Beliau kemudian memutuskan untuk menginjak pedal rem dan menghentikan kendaraan, "karena masih ada kesempatan".

Dari situ, tutur beliau, dimulailah diskusi tentang "peraturan yang dibuat manusia", dan tujuan mereka yang disebut "tujuan kita untuk sesuatu yang baik", dan "mengapa harus mematuhi peraturan yang dibuat manusia?"

Yap, dari situ cerita beliau mengalir. Tentang bagaimana manusia sebenarnya ingin teratur, bahkan beliau mengambil contoh tentang aliran musik "punk" yang mengaku tidak mengikuti aturan-aturan itu pun sebenarnya mengikuti aturan. Beliau mengambil contoh, bila ada orang yang hendak memasuki komunitas tersebut dengan memakai jas, berpakaian rapi dan bergaya klimis, bukantah akan diusir karena tidak sesuai. Beliau ingin menegaskan bahwa mereka pun ingin teratur dalam ketidakteraturannya.

Kemudian beliau meneruskan tentang keteraturan penciptaan, dan segalanya. Termasuk tentang kemungkinan negeri ini "mundur" adalah karena banyak dari manusia yang tinggal di dalamnya tidak bisa (atau tidak ingin) diatur. Beliau memperbandingkan dengan negeri impianku (halah, sebutlah negeri itu Deutschland) yang memiliki semacam pepatah: Ordnung ist Macht (setelah sedikit mengecek kamus, mungkin yang lebih tepat adalah Bestellen ist Macht?) yang artinya adalah keteraturan itu kekuatan.

Beliau juga mengingatkan bahwa Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang (berjuang) dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS 61:4). Hm... Masuk akal, mengingat betapa banyaknya pelanggaran di bumi pertiwi ini, bahkan oleh orang-orang yang semestinya menegakkan peraturan.

Dan, khutbah pun ditutup dengan kesimpulan bahwa keteraturan itu, meskipun berat pada awalnya, akan membawa manis bagi kehidupan, juga bahwa aturan manusia itu ditaati sepanjang tidak mendorong kepada kemaksiatan. Jadi, lanjut beliau, jangan ragu untuk memutar jalan lebih jauh, menunggu lebih lama, dan sebagainya agar keteraturan itu bisa tercapai. Dan iqamah pun dikumandangkan, dan kami semua shalat-lah.

[Percepat 30 menit]

Shalat telah selesai, aku masih setengah nyengir, berjalanlah keluar, maksud hati ingin berjalan saja ke jurusanku tersayang sampai kuliah bus melaju di kejauhan. Segera aku berlari dan ternyata, saudara-saudara, bus itu tidak berhenti di halte MUI. Uh, semakin lebarlah nyengirku saat itu. Jadilah aku benar-benar memulai perjalananku ke jurusan.

Sampai tiba-tiba...

Seorang bapak paruh baya, membawa sepeda motor, masih bersarung, sepertinya selesai menunaikan shalat Jum'at, celingak-celinguk lalu membelok ke kanan di tempat yang seharusnya tidak boleh. Oh iya, sedikit memberitahu, jalan di depan kompleks MUI bisa dikatakan semacam bulevar, jalan ke arah utara dan selatan dipisahkan pembatas yang ditanami rumput, sehingga memang diperlukan kemauan untuk mencari putaran yang sah untuk berbalik arah.

Jadilah aku tersenyum kecut. Betapa tidak, belum sehari, bahkan belum satu jam khatib memberikan pencerahan, memberikan peringatan, memberikan petuahnya, ternyata bapak itu tidak sanggup menyerap untuk dirinya sendiri. Aku membatin sendiri bagaimana mungkin pesan dari khatib bisa sampai ke keluarga bapak itu bila beliau sendiri abai dengan isi khutbah tersebut.

Yah, apa mau dikata, mungkin ini hukuman dari Sang Pemilik Dunia karena banyak dari kita tak acuh dengan (keter)aturan. Entahlah aku tak mengerti. Yang jelas buatku, selalu tatap sekitar kita... :p

F I N
written on 01. März 2008
I order myself: "In order to write in order, you shall write sort of draft in your notes in an orderly manner" ^_^

NB: Siapakah gerangan nama khatib tersebut? Seperti sudah kukatakan sebelumnya, aku terlambat jadi aku melewatkan nama beliau. Bila ada yang tahu, kenal atau apapun, selain memberitahuku, tolong sampaikan terima kasihku karena mengingatkan hal-hal yang terlupa.